saat-saat penempatan..

•Juli 26, 2010 • 1 Komentar

Lanjutkan membaca 'saat-saat penempatan..'

Antara sejarah dan kejayaan…

•Juli 8, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sejarah, ada yang bilang tergantung siapa yang berkuasa karena sejarah ditulis oleh yang berkuasa. Gajah Mada, patih yang telah kita kenal sebagai penyatu nusantara tentu bukan pahlawan bagi kerajaan-kerajaan kecil yang ia kuasai untuk menyatu dengan majapahit. Sudut pandang yang berbeda membuat kita bisa melihat sejarah yang berbeda pula. Tapi toh, cerita kejayaan majapahit membuat kita bangga terhadap nusantara. Ane beberapa kali membaca artikel maupun buku daru Rizky Ridyasmara. Dari beliau ane banyak pandangan lain. Melihat sejarah bangsa ini dari sisi yang berbeda. Yang dipuja ternyata sebenarnya tidak seberapa. Yang terlupa sebenarnya ialah dalangnya. Belum lagi tentang VOC yang jadi topeng zionisme di negeri ini. Belum lagi tidak adanya torehan tinta sejarah terhadap perjuangan muslim dan golongan santri yang berperan besar dalam kemerdekaan Indonesia dengan mendasarinya dengan Jihad fii sabilillah.
Tidak hanya pada sejarah Indonesia, sejarah kaum muslimin sendiri ane pernah baca tentang gowzul fikri dalam intern kaum muslimx. Tentang dinasti Abbasiyah dan dinasti Umayah. Dimana memang kebanyakan berpandangan Abbasiyahlah dimana keturunan Ibnu Abbaslah dinasti yang benar sedangkan Umayah keturunan dari yang meruntuhkan kekhalifahan Ali secara tidak fair. Sehingga oleh karena itu, banyak yang berpandangan tidak menyenangkan pada dinasti Umayah. Padahal sejatinya tidak demikian, tapi sayangnya ane kurang begitu faham jadi penjelasannya ane muat di tulisan selanjutnya aje insyaAllah.
Belum lagi kita bicara tentang kejayaan Islam yang merupakan bagian yang cukup penting dalam sejarah dunia tapi tidak ada dalam kurikulum sejarah-sejarah di pendidikan formal meski notabenenya negeri ini adalah negeri dengan jumlah umat islam terbesar. Miris. Anak sekolahan akan dengan serta merta tau ketika ditanya Chritoper Colombus, Alexander Graham Bell, Adam Smith, dan kawan-kawannya yang tentunya dengan nama-nama sejenis. Tapi akan garuk-garuk kepala ketika ditanya Al Khawarizm, Ibnu Khaldun, Ibnu Sina,dkk. Alangkah sayangnya dan alangkah tidak adilnya ….
Meski kadang ada rasa kenapa ya kok rasanya mengingat kejayaan masa lalu trus,,, kapankah kita akan meniru bliau bliau yang sudah banyak karya? Yang kita ributkan lebih banyak kenapa sejarah ini tidak banyak diungkap ke permukaan sejarah. Apakah hanya itu? Dan apakah aq hanya bisa berbicara seperti ini saja?
Setidaknya, ane sudah mau menengok pada sejarah yang sebenarnya. Meski hanya ini yang sekarang bisa ane lakuin, ane yakin dengan melihat kejayaan masa lalu makaakan ada masanya kejayaan itu terulang kembali. Dan setidaknya membangunkan orang dari tidur yang panjang,, woi…. Ini belum ada dari 100 tahun keruntuhan kekhalifahan utsmani. Ya benar, belum ada 100 tahun dari keruntuhan yang didalangi oleh M. Kemal A. dan tentu tidak lepas dari lemahnya umat pada saat itu tapi rasanya kita telah tertinggal sangat jauh dan amat jauh hingga rasanya ada kemungkinan tidak mungkin untuk mengejar ketertinggalan. Mana lagi kini nasionalisme lebih diunggulkan dibandingkan ukhuwah islamiyah.
Wallahua’lam kapankah masa kejayaan itu akan adalagi. Yang jelas jangan pernah tertinggal untuk berperan meski sekecil pasir yang bisa diberikan. Namun, jangan pernah tertinggal. Jangan pernah.

Mengharap keberkahan

•Juli 8, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Keberkahan bisa dimaknai kebaikan yang luas dan kebaikan yang kekal. Keberkahan bukan hanya sebatas pandangan kita menyenangkan atau tidak. Tapi lebih dari itu. Hingga doa untuk sepasang pengantin baru, “Barokallahu laka wa baroka’alaika wa jami’a baina kumaa fii khoir,,”. Semoga keberkahan bagi kalian dan keberkahan atas kalian dan menyatukan keduanya dalam kebaikan. Keberkahan bagi dan atas kalian. Keberkahan atas hal-hal yang disukai dan keberkahan atas hal-hal yang tidak disukai. Subahanallah, itulah yang ane tangkep dari membaca bukunya Salim A. Fillah, Barokallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta.
Mengenai keberkahan,, sangat ane senangi,, bahkan ketika perjanan telah berlanjut pada bab selanjutnya. Namun pikiran ini masih tertinggal dalam bab awal tentang keberkahan. Rasanya masih ingin berlama-lama berbincang mengenai keberkahan.
Subhanallah.Keberkahan, bahagianya bagi orang-orang yang diberkahi oleh Allah swt. Tidak memandang bagus tidak dihadapan manusia, jika itu berkah maka manfaatnya akan luar biasa.
Keluarga yang berkah, selalu ada kebaikan dalam nikmat ataupun musibah. Kala nikmat ia bersyukur, kala musibah ia bersabar. Dan itulah yang disebut keajaiban seorang muslim oleh Rosulullah saw karena keduanya baik.
Rezeki yang berkah, meski secara nominal tidak seberapa namun manfaatnya dapat melampaui milyaran rupiah uang koruptor. Mungkin tidak dapat dilihat dari segi nomilnal, tapi efek didalamnya. Lihatlah banyak koruptor dengan uang milyaran bahkan trilyunan rupiah namun tidak dapat menjadikan anaknya menjadi manfaat atau setidaknya menjadi baik atau sholeh. Sedangkan banyak orang sukses berawal dari keterbatasan uang yang dimiliki.
Dan keberkahan bisa jadi berawal pada niat. Keberkahan bisa pula tergantung proses. Keberkahan, siapapun mengharap keberkahan karena didalamnya kebaikan tak terbatas.
Keberkahan,, ya Rabb,, berkahilah segala nafas yang terhembus, langkah yang tecipta dalam tiap detik kehidupan ini.

ide…dimanakah kau berada?

•Juli 6, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar
    ide,, dimanakah kau berada….? Kini aku ingin jumpa……..???

    Menulis bingung menulis apa, kadang dengan gampangnya akan bilang just write what you think!!

    What I think…? think..? think…?

    About friend,, about mano,, about history,, about my family,,, want to go home,,,!!!!!

    Lho?
    Jaka sembung bawa gitar, ga nyambung jreng,, jreng,,,

    Kadang berfikir apa yang difikirkan banyak penulis hebat, sebutlah Salim A. Fillah yang bukunya sedang ku baca sekarang. Memang benar tulisannya layaknya kliping, tembel sana tembel sini dari berbagai orang-orang luar biasa. Tapi, beliau berhasil membuatnya jadi lebih menarik lagi. Comot sana comot sini,, tapi hasilnya wonderfull.. buku bukunya selalu jadi best seller

    Apa pula yang difikir E.S Ito. Imajinasi bertarung dengan data dan sejarah yang dikuasainya, jadilah novel lagi lagi best seller seperti Negara Kelima dan Rahasia Meede. Novelnya bukan hanya bertutur sejarah yang tidak membosankan untuk dibaca tapi juga ada sisi fiksi yang menggelitik.

    Dee, Helvy Tiana Rossa, Asma Nadia,, penulis penulis luar biasa. Apa si yang ada dalam benak fikiran mereka hingga bisa buat karya seperti itu? Practise make perfect. Itu mungkin. Seperti halnya masakan, begitu pula dengan tulisan.

    Banyak yang mengatakan latihan menulis, berawal dari resensi. Begitu banyak buku yang sudah ku baca tapi tetap saja, masih nol jumlahnya resensi yang aq buat.

    Begitu banyak blog blog yang meski sebenernya sepele,, tulis saja apa yang mau ditulis,, ringan saja….. tapi setidaknya mereka sudah memulai seribu langkahnya dengan langkah pertama.

    Nah,, memang bagaimanapun bekerja tidak sama dengan berbicara.
    So pertanyaan pada diri sendiri, kapankah mulai menulis???

manokwari

•Mei 6, 2010 • 4 Komentar

pertama kalinya menginjakkan kaki di tanah papua, belum ada dua pekan,, ini yang setiap hari kami liat dan kami tapaki

kantor,,, klo malem keliatan kaya istana karena hanya karena kantor inilah jalanan jadi ada terang-terangnya,, sisanya hanya gelap..

cahaya dari masa lalu

•November 11, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Cahaya  matahari yang sampai pada kita adalah cahaya masa lalu. Why? Karena cahaya tersebut bukanlah cahaya yang dihasilkan dalam waktu yang besamaan ketika kita merasakannya. Membutuhkan waktu sekitar 8 menit bagi cahaya matahari menempuh perjalanan hingga sampai ke bumi dan menerangi kita semua. Matahari adalah salah satu bintang terdekat dari planet kita, maka bintang-bintang lain yang jaraknya lebih jauh dari matahari memerlukan waktu yang lebih lama lagi. Bintang-bintang yang biasa kita lihat pada malam hari bagaikan titik-titik bercahaya dilangit mungkin adalah cahaya yang dihasilkan berjam-jam, berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bisa dalam hitungan tahun baru terlihat cahayanya oleh manusia di bumi ini. Bahkan bisa juga selama bintang itu hidup selalu bercahaya namun cahayanya baru bisa dilihat manusia setelah bintang itu mati karna jauh dan lamanya perjalanan cahaya tersebut sampai ke bumi.

Saya menganalogikan bintang tersebut bagai manusia yang bermanfaat bagi yang lain. Selama masa ia hidup selalu memancarkan cahaya kebaikan, keberadaannya manfaat bagi yang lain baik bagi yang didekatnya ataupun yang jauh darinya. Hingga ia meninggalpun cahaya kebaikannya tetap menyinari yang lain. Rosulullah adalah teladan terbaik telah menjadi bintang yang paling terang dihatiku setelah Allah tentunya. Manusia-manusia hebat lainnya, ulama fiqh. Hidupnya di dunia telah usai sejak 12 abad hijriyah yang lalu, namun ilmu dan pemikiran-pemikirannya tetap  memberikan banyak manfaat dan inspirasi bagi manusia saat ini.

tak lagi dalam penjara suci

•November 11, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

“Ya Muqolabil Qulb, tsabit qulubanaa ‘ala diinik”

Setelah,
terbiasa dengan segala kebiasaan dan rutinitas
terbiasa dengan kondisi-kondisi yang telah diset agar tidak ada pilihan lain (kecuali sedikit dan beresiko) selain taat
terbiasa dengan selalu ada yang menegur baik dengan lembut atau dengan keras bahkan sangat keras ketika ada aturan yang dilanggar
terbiasa dengan hitungan keras sebagai background musik ketika melangkah ke masjid
terbiasa dengan suasana yang homogen
terbiasa dengan semua berjalan lancar
terbiasa dalam kehidupan penjara suci

Bekal diinul haq yang selalu ditanamkan dalam tiap waktu selama bertahun-tahun diharapkan dapat membekali semua untuk berani memilih yang benar, tidak ragu memilih yang benar, dan selalu pada jalan kebenaran. Bekal untuk selalu taat pada semua perintah-Nya. Bekal agar selalu ingat bahwa nanti kita akan mati. Bekal untuk selalu sadar bahwa kita manusia lemah, tidak biasa apa-apa kecuali dengan rahmat-Nya meski banyak harta dunia yang dipunya.

Setelah keluar dari pendidikan sangat terpadu (penjara suci kadang-kadang disebutnya), kehidupan sesungguhnya ada dihadapan.

Tidak ada lagi aturan asatidz  yang akan langsung dirasakan akibatnya jika kita langgar.
Tidak ada lagi yang mengingatkan dengan lembut apalagi dengan keras bahkan keras sekali
Tidak ada lagi hitungan yang mempercepat langkah menuju masjid
Tidak ada lagi jadwal-jadwal rutin yang harus diikuti
Suasana disekeliling tidak lagi homogen yang banyak memberikan zona nyaman
Tidak ada lagi dalam penjara suci

Semua pililhan terserah pada diri masing-masing, mau berkumpul dengan siapa, mau berbuat apa, mau melakukan apa, itu terserah pribadi masing-masing.

Tapi ingatlah kawan, aturan Allah ada sepanjang masa. Allah dengan penuh cinta akan selalu mengingatkan kita dengan lembut pada awalnya dan semakin mempertegas teguran itu ketika kita bandel. Zona nyaman dan ketenangan akan selalu ada jika kita selalu bersama-Nya dan rajin mengingat-Nya. Dan kitapun dapat memenjarakan diri kita sendiri dengan jihadu nafs, jihad yang melebihi dahsyatnya perang badr…

Tak terasa telah lama berada diluar penjara suci. Kisah tiap satu dengan yang lain berbeda. Karena kini telah bebas menentukan pilihan kehidupan yang diambil dan dijalani. Tapi kawan, pilihan yang kita ambil pilihlah pada ketaatan pada-Nya, pada barisan-Nya. Menjadi apapun kita, berada dimanapun kita, bagaimanapun lingkungan kita, tetaplah berpegang teguh pada tuntunan-Nya. Agar kelak kita bisa bertemu lagi, tidak hanya di penjara suci tempat kita selama beberapa tahun tapi bertemu di tempat yang telah disucikan dari orang-orang yang ingkar pada-Nya untuk selamanya…. amin

Salam bagi kita semua. Semoga kita semua selalu dalam ketaatan padaNya, semoga kita semua selalu diberikan kebaikan dan jalan kemudahan untuk bergabung dalam barisan yang penuh dengan penjagaanNya.

Ya Allah teguhkanlah hati-hati kami pada diin-Mu…..